Jelang Porprov VII Babel, KONI Beltim Perkuat SDM di bidang keolahragaan

Dengan penguatan kompetensi pelatih melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, KONI Beltim berharap persiapan menghadapi Porprov VII Babel 2026 semakin optimal dan mampu mendukung pencapaian target prestasi kontingen Beltim di ajang tersebut

MANGGAR: Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung (Babel) Tahun 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang keolahragaan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan fisik, massage, dan psikologi olahraga yang bekerja sama dengan Fakultas Pendidikan, Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kegiatan berlangsung di Aula Sekretariat KONI Kabupaten Beltim, Kamis (6/8/2026).

Dekan FPOK UPI Bandung, Komarudin, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali para pelatih dengan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mendampingi atlet, mulai dari menjaga kondisi fisik, penanganan awal cedera hingga aspek psikologis atlet.

“Kita berusaha untuk membekali para pelatih bagaimana kondisi fisik, kemudian massage untuk atlet-atlet yang cedera, kemudian psikologi olahraga. Karena terus terang saja, yang namanya atlet menghadapi event-event penting pasti akan dihadapkan dengan masalah psychological barrier,” ungkap Komarudin.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dijalin antara FPOK UPI dan KONI Beltim dalam rangka peningkatan kapasitas SDM serta kelembagaan olahraga.

“Ini merupakan implementation agreement yang beberapa bulan lalu sudah kita jajaki melalui perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani oleh Ketua KONI, Kepala Dispora dan sebagainya,” jelasnya.

Selain peningkatan kompetensi pelatih, Komarudin juga mendorong Kabupaten Beltim untuk menyusun Design Olahraga Daerah (DOD) sebagai pedoman pembangunan olahraga secara berkelanjutan.

Menurutnya, DOD penting agar arah pembangunan olahraga tidak bergantung pada pergantian pimpinan.

“DOD nantinya akan menjadi rujukan bagi siapapun pimpinan yang akan menggantikan, agar program keolahragaan di Kabupaten Beltim berjalan terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

KONI Targetkan Beltim Masuk Tiga Besar
Ketua KONI Beltim, Hendro, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kerja sama dengan FPOK UPI Bandung merupakan kesempatan penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta.

“Ini momen penting bagi dunia olahraga di Beltim dalam rangka peningkatan kompetensi bagi pelatih sehingga pelatih paham terkait ilmu-ilmu dalam menjaga atlet dan sebagainya yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas atlet,” katanya.

Hendro berharap peningkatan kompetensi para pelatih dapat memberikan dampak positif terhadap persiapan kontingen Beltim menghadapi Porprov VII Babel 2026.

Ia pun menargetkan kontingen Kabupaten Beltim mampu menembus posisi tiga besar dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Mudah-mudahan apa yang diharapkan kita bersama, bisa juara tiga besar bisa tercapai. Semoga bisa lebih maksimal lagi meraih prestasi yang lebih gemilang,” harap Hendro.

Sementara itu, Sekretaris KONI Beltim, Ferizal, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 44 peserta yang merupakan pelatih dari 22 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov VII Babel.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 6-7 Agustus 2026.

Ferizal menjelaskan, aspek psikologi olahraga menjadi salah satu fokus utama pelatihan. Para pelatih diharapkan mampu memahami kondisi kejiwaan atlet sehingga dapat menjaga motivasi dan mental atlet, khususnya ketika menghadapi tekanan pertandingan.

“Kalau berbicara psikologi olahraga, kita ingin pelatih tahu tentang kondisi kejiwaan atlet. Hal ini sangat penting untuk membangun semangat atlet dan menjaga atlet untuk tidak down apabila mengalami kekalahan saat pertandingan,” jelasnya.

Selain psikologi, pelatihan fisik juga menjadi perhatian penting, mengingat persiapan menuju pertandingan memasuki tiga bulan terakhir.

Sementara materi massage diberikan agar para pelatih memiliki kemampuan dasar dalam memberikan penanganan awal ketika atlet mengalami cedera.

“Pelatihan massage di sini sengaja kita lakukan sehingga para pelatih minimal mengetahui teknik penanganan pertama pada saat atlet mengalami cedera,” pungkas Ferizal.

Pemkab Beltim Dorong Pelatih Cetak Atlet Berprestasi
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) menyambut baik pelaksanaan pelatihan yang digelar KONI Beltim bersama FPOK UPI Bandung tersebut.

Pemkab Beltim menilai peningkatan kompetensi pelatih merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.

Bupati Beltim, Kamarudin Muten, melalui Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Beltim, Yopi Risa, mengatakan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kualitas pelatih.

“Prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh kualitas pelatih. Oleh karena itu, seorang pelatih dituntut tidak hanya menguasai teknik dan strategi, tetapi juga memahami aspek psikologi, kondisi fisik, serta penanganan kebugaran dan pemulihan atlet secara tepat,” kata Yopi menyampaikan pesan Bupati Beltim.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk aktif berdiskusi dan menyerap ilmu yang diberikan para narasumber.

“Pengetahuan yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan dalam proses pembinaan atlet di masing-masing cabang olahraga. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Beltim,” pungkasnya.

Dengan penguatan kompetensi pelatih melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, KONI Beltim berharap persiapan menghadapi Porprov VII Babel 2026 semakin optimal dan mampu mendukung pencapaian target prestasi kontingen Beltim di ajang tersebut.*sumber: Diskominfo-sp-Beltim