Ketika Air Menjadi Masalah, Komite Sekolah Hadirkan Solusi untuk SMPN 2 Membalong
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 46 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEMBALONG: Air itu bukan perkara mungkin dan bukan hanya untuk sebagian orang yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga keberadaannya nyaris tak pernah dipikirkan. Namun bagi SMPN 2 Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, air menjadi persoalan yang selalu muncul setiap kali musim kemarau datang.
Dua sumur yang selama ini menjadi sumber air sekolah kerap tak mampu bertahan. Memasuki musim kemarau, debit air menurun dan sumur bahkan kerap mengering lebih awal.
Kondisi itu membuat aktivitas di sekolah ikut terdampak. Air dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari berwudhu, kebutuhan di toilet, menyiram tanaman hingga aktivitas lainnya.
Tak jarang, para siswa harus membawa air dari rumah masing-masing. Botol atau wadah berisi air pun menjadi bagian dari barang bawaan mereka ke sekolah.
Bagi anak-anak, membawa air dari rumah mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan berulang kali setiap musim kemarau, hal itu menjadi gambaran nyata betapa pentingnya ketersediaan air bagi kegiatan belajar dan kehidupan di sekolah.
Pihak sekolah sebelumnya juga pernah mengatasi krisis air dengan meminta bantuan kepada PT Poresta Lestari Dwikarya
Namun tahun ini, cerita itu berubah. Ketika musim kemarau kembali datang dan persoalan air mulai terasa, SMPN 2 Membalong mendapat perhatian dari Komite Sekolah. Melalui dukungan komite, sekolah mendapatkan bantuan untuk pembuatan sumur bor.
Sumur baru itu akhirnya membawa perubahan besar.
Air kini tersedia dan kebutuhan warga sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik. Anak-anak pun tak perlu lagi repot membawa air dari rumah untuk memenuhi kebutuhan selama berada di sekolah.
Bukan sekadar sebuah sumur, bagi warga SMPN 2 Membalong, keberadaan sumur bor tersebut adalah jawaban atas persoalan yang selama bertahun-tahun muncul setiap musim kemarau.
Ketua Komite SMPN 2 Membalong, Suka, dikenal selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan dan kebutuhan sekolah. Dukungan tersebut kembali diwujudkan melalui alokasi dana untuk pembuatan sumur bor.
Kepala SMPN 2 Membalong, Minarti, S.Pd., bersama seluruh warga sekolah pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komite Sekolah atas kepedulian tersebut.
Kini, ketika musim kemarau datang, SMPN 2 Membalong tak lagi harus cemas melihat sumur mengering. Anak-anak bisa datang ke sekolah membawa buku, alat tulis, dan semangat untuk belajar—tanpa harus menambah bawaan dengan air dari rumah ataupun tanpa harus memikirkan lagi dari mana air untuk kebutuhan mereka di sekolah akan didapat.*
- person
- visibility 24
- forum 0