TANJUNGPANDAN: Komunitas Diskusi 17 Belitong menggelar ziarah ke Taman Makam Pahlawan Ksatria Tumbang Ganti pada Jumat, 11 Juli 2025. Ziarah ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan 78 tahun Moektamar Rakjat Belitong 1947, sebuah momen bersejarah yang menandai semangat perjuangan rakyat Belitung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Acara ziarah dimulai dengan laporan resmi dari perwira ziarah yang berasal dari unsur Satpol PP, dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin langsung oleh Ir. H. Suryadi Saman, MSc selaku pimpinan rombongan ziarah.
Suasana menjadi hening saat seluruh peserta mengikuti momen mengheningkan cipta, mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur. Momen ini menjadi pengingat akan betapa besar pengorbanan para pejuang dalam membela tanah air.
Acara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh pimpinan rombongan, yang telah disiapkan oleh panitia, serta penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan mendalam.
Setelah prosesi resmi selesai, para peserta melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan, masing-masing dengan membawa harapan, doa, dan rasa terima kasih yang mendalam. Bunga tabur pun telah disiapkan panitia sebagai bagian dari kesiapan acara yang penuh makna ini.
Sebagai penutup, rombongan melakukan foto bersama di depan tugu pahlawan, penandatanganan buku tamu oleh pimpinan rombongan, serta laporan akhir dari perwira ziarah bahwa kegiatan telah selesai hingga penghormatan terakhir di gerbang makam pahlawan.
Suryadi Saman, Tim Pakar Komunitas Diskusi 17 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengenang peristiwa penting 78 tahun silam, saat para tokoh lokal berkumpul dan menentukan arah perjuangan rakyat Belitong di tengah arus kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Ini bukan sekadar peringatan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu kita yang telah menentukan nasib Belitong pada saat-saat krusial dalam sejarah,” ujarnya usai acara.
Menurut Suryadi, acara puncaknya, akan digelar pada Minggu, 13 Juli 2025 di Simpang Tiga — yang merupakan lokasi bersejarah tempat Muktamar Rakyat Belitong pernah berlangsung. Masyarakat pun diundang untuk hadir dan ikut serta meresapi semangat perjuangan yang pernah menyala di tanah ini.
Ketua Komunitas Diskusi 17 Belitong, Rizali Abusama, menekankan bahwa ziarah ini menjadi momen penting untuk membangkitkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
“Ziarah ini adalah bentuk nyata dari ingatan kolektif kita terhadap sejarah perjuangan rakyat Belitong. Kita harus terus merawat semangat mereka. Ini adalah panggilan bagi kita semua terutama generasi muda, untuk menghargai para pendahulu dan mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan mereka sebagai refleksi bagi pembangunan masa depan,” ungkap Rizali penuh harap.
Hadir dalam acara kegian ziarah ini para tim pengurus Komunitas 17 Belitong, perwakilan keluarga pahlawan, dan dua organisasi turut menyemarakkan acara dari pemuda Panca Marga dan Pemuda Pancasila.*
















