LAM Belitung Hadiri Hari Jadi Desa Badau ke-172 dan Festival Batu Mentas 2025

Dengan semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap warisan leluhur, perayaan Hari Jadi Desa Badau tahun ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan, membawa Badau menuju masa depan yang lebih gemilang

BADAU, BELITUNG – Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung menghadiri perayaan Hari Jadi Desa Badau ke-172 berlangsung bersamaan dengan Festival Batu Mentas 2025, yang bertempat di halaman samping Kantor Camat Badau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, saat pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Dengan mengusung tema “Badau Berakar dalam Tradisi, Bertumbuh dalam Potensi” dan “Dari Rimba ke Ruang Makna, Badau Menyapa Dunia”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Badau untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke khalayak luas.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Belitung Djoni Alamsyah, Camat Badau Azhari, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung Achmad Hamzah, pengurus LAM Safwan AR, Ismail Mihad, dan Wawan Irwanda, Ketua LAM Kecamatan Badau Hermawan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya juga tampak hadir memeriahkan perayaan tersebut.

IMG 20251023 174055

Ketua LAM Belitung Achmad Hamzah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Atas nama Lembaga Adat Melayu Belitung, kami mengucapkan selamat hari jadi ke-172 untuk Desa Badau. Semoga desa ini terus tumbuh menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing, tanpa kehilangan akar tradisinya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa festival seperti ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah penting untuk melestarikan adat dan budaya Melayu Belitung yang semakin dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Melalui Festival Batu Mentas, kita bisa memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkenalkan pesona Belitung kepada dunia,” tambahnya.

Festival Batu Mentas 2025 menampilkan beragam kegiatan diantara Bazar hingga kegiatan bernuansa budaya dan lingkungan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan, hingga ekspedisi alam. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi Badau sebagai desa wisata budaya dan ekowisata yang berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap warisan leluhur, perayaan Hari Jadi Desa Badau tahun ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan, membawa Badau menuju masa depan yang lebih gemilang.*