TANJUNGPANDAN – Langkah kaki Dicky Febriawan menuju meja pendaftaran calon Ketua KNPI Kabupaten Belitung pada Jumat (19/06/2026) bukan sekadar menyerahkan berkas administrasi. Di balik formulir yang diserahkan langsung itu, tersimpan perjalanan panjang seorang pemuda yang tumbuh dari organisasi pelajar, aktivis kampus, hingga kini dipercaya memimpin DPD AMPI Belitung.
Bagi Dicky, pencalonannya sebagai Ketua KNPI Kabupaten Belitung periode 2026–2029 bukan tentang jabatan semata. Ia melihat KNPI sebagai rumah besar bagi seluruh pemuda Belitung untuk bersatu, berdiskusi, dan melahirkan gagasan-gagasan besar demi masa depan daerah.
“Pemuda Belitung memiliki potensi yang luar biasa. Jika disatukan dan diberi ruang untuk berkembang, mereka dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah,” ungkap Dicky.
Optimisme itu lahir bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Dicky telah berada di tengah berbagai aktivitas kepemudaan. Ia memahami bahwa banyak anak muda Belitung memiliki ide, kreativitas, dan semangat tinggi, namun sering kali belum mendapatkan wadah yang mampu menghubungkan potensi tersebut menjadi gerakan yang berdampak.
Mimpi Menjadikan KNPI Rumah Besar Pemuda
Dalam pencalonannya, Dicky membawa satu cita-cita besar, yakni menjadikan KNPI Belitung sebagai organisasi yang lebih progresif, terbuka, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda.
Ia ingin KNPI tidak hanya menjadi organisasi formal yang hadir saat kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang kolaborasi bagi organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, pelaku UMKM muda, pegiat lingkungan, hingga pemuda desa.
Visi yang diusungnya adalah menjadikan KNPI Belitung sebagai wadah pemersatu elemen pemuda sekaligus lokomotif pergerakan pemuda yang kritis, progresif, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dicky telah menyiapkan sejumlah misi strategis, mulai dari penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM pemuda, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kepemimpinan dan keterampilan, hingga membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan Kabupaten Belitung.
Tumbuh dari Dunia Organisasi
Perjalanan organisasi Dicky dimulai sejak usia muda. Semangatnya dalam berorganisasi membawanya aktif di berbagai wadah kepemudaan dan kemahasiswaan.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB Belitong) periode 2017–2019, Pengurus PK KNPI Kecamatan Tanjungpandan periode 2016–2019, hingga Menteri Humas dan Sosial BEM Akademi Manajemen Belitung periode 2016–2017.
Dicky juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai Pengurus HMI Komisariat AMB Cabang Bangka Belitung periode 2018–2019. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya tentang pentingnya kaderisasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
.
Karier organisasinya terus berkembang. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua KNPI Belitung Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup periode 2022–2025, Pengurus PC GP Ansor Belitung periode 2025–2029, serta menjabat Ketua DPD AMPI Belitung periode 2021–2026.
Belajar Menjadi Pemimpin
Selain aktif berorganisasi, Dicky juga terus mengasah kapasitas kepemimpinannya melalui berbagai pelatihan. Ia pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan Dispora Bangka Belitung, Jambore Pemuda Daerah Bangka Belitung, serta Latihan Kader II Nasional HMI Cabang Bandung.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa pemuda harus menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, bukan sekadar penonton.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan kolaborasi yang kuat, mulai dari persoalan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
.
Membawa Harapan Baru
Di tengah dinamika pembangunan Kabupaten Belitung, Dicky melihat pemuda sebagai aset terbesar yang dimiliki daerah. Ia percaya bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki kapasitas, karakter, dan keberanian untuk berinovasi.
Karena itu, melalui KNPI, ia ingin membuka lebih banyak ruang partisipasi bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pembangunan daerah.
“KNPI harus menjadi jembatan antara ide-ide besar pemuda dengan kebijakan pembangunan daerah. Kita ingin pemuda hadir sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis yang mampu memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Penyerahan formulir pendaftaran itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi Dicky Febriawan, momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru untuk memperjuangkan mimpi yang lebih besar: menjadikan pemuda Belitung sebagai kekuatan utama dalam membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.



















