TANJUNGPANDAN — Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Kepulauan Bangka Belitung meminta Pemerintah Kabupaten Belitung memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan usaha peternak ayam mandiri di daerah tersebut.
Ketua PINSAR Babel, Yahya, SE, mengatakan kondisi peternak mandiri saat ini semakin tertekan. Mereka menghadapi kesulitan memperoleh day old chick (DOC) atau bibit ayam, di tengah kenaikan harga pakan yang turut meningkatkan biaya produksi.
“Kami meminta kepada Pemkab Belitung untuk tetap menjaga keberlangsungan hidup peternak mandiri Belitung,” ujar Yahya dalam siaran pers kepada media di Tanjungpandan, Rabu 19/18/2026).
Menurut Yahya, tingginya harga pakan membuat harga pokok produksi (HPP) peternak mandiri ikut melonjak. Kondisi tersebut semakin berat karena peternak juga harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan DOC.
Di sisi lain, Yahya menyoroti kondisi usaha kemitraan perusahaan perunggasan yang dinilainya berpotensi menciptakan ketimpangan dalam persaingan pasar.
Ia menyebut ada sebuah perusahaan yang memiliki jaringan kemitraan besar dengan pasokan bibit yang disebutnya masuk secara rutin ke Belitung.
“Ini menjadi suatu ketimpangan untuk persaingan tidak sehat. Sejak mereka panen, jumlah kemitraan mereka selalu membawa harga yang jauh lebih murah dari harga pokok produksi,” katanya.
Yahya menduga kondisi tersebut dapat membuat peternak mandiri semakin sulit bersaing. Menurutnya, apabila situasi ini tidak mendapat perhatian pemerintah, keberadaan peternak lokal yang selama ini menjalankan usaha secara mandiri dikhawatirkan semakin terdesak.
“Kelihatannya mereka memonopoli dan persaingan tidak sehat dengan pihak kemitraan. Arahnya kelihatannya mereka ingin mematikan peternak lokal atau ternak mandiri yang ada di Kabupaten Belitung,” tegasnya.
PINSAR Babel berharap Pemkab Belitung dapat mengambil langkah untuk menciptakan iklim usaha yang lebih adil, terutama dalam hal ketersediaan DOC, harga pakan, serta persaingan harga ayam di tingkat peternak.
Menurut Yahya, perlindungan terhadap peternak mandiri bukan hanya berkaitan dengan keberlangsungan usaha masyarakat, tetapi juga menyangkut keberadaan sektor peternakan rakyat sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.*













