TANJUNGPANDAN – Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Belitung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Gedung Nasional Tanjungpandan, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini dibuka Ketua PPBI Belitung Benny Andrea yang diwakili Edi Usdianto, yang merupakan Wakil Ketua PPBI Belitung. Acara ini dihadiri Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung, Syamsudin, Danramil Selat Nasik, Peltu Varley Herlical Helga yang mewakili Dandim 0414 Belitung, serta Husman, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung dan seluruh anggota PPBI Cabang Belitung.
Ketua Panitia, Haji Budiman ZA, menyampaikan raker diikuti oleh pengurus dan anggota PPBI dengan jumlah undangan sekitar 135 orang. Raker bertujuan menyusun dan menetapkan program kerja PPBI Cabang Belitung untuk periode 2025–2029.
Pembahasan raker difokuskan pada penguatan koordinasi, kebersamaan, dan soliditas organisasi, serta peningkatan pembinaan dan prestasi bonsai di Belitung. Raker dibagi ke dalam delapan bidang yang merumuskan rencana kerja rinci untuk periode 2026–2029. Hasilnya akan dituangkan dalam Keputusan Rapat Kerja PPBI Cabang Belitung Tahun 2026.
Wakil Ketua PPBI Belitung, Edi Usdianto, menyampaikan pentingnya program inovatif berbasis kearifan lokal, khususnya dalam menjaga kelestarian tanaman khas Belitung yang telah menjadi ikon daerah dan nasional. Ia juga menekankan program yang akan disusun diharapkan juga pemanfaatan teknologi aplikasi digital sebagai sarana penyampaian promosi terkait berbagai program dan pengembangan bonsai itu sendiri.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Husman, S.Ap, menilai kegiatan raker ini berpotensi mendorong sektor pariwisata serta menyentuh dunia pendidikan melalui peningkatan kreativitas pelajar agar mencintai seni bonsai.
Adapun Rapat Kerja Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Belitung Tahun 2026 menetapkan sejumlah keputusan strategis guna memperkuat organisasi dan pengembangan bonsai di daerah.
Pada Bidang Sekretariat, PPBI akan mematangkan ketersediaan kantor, sarana dan prasarana perlengkapan, serta penataan data keanggotaan.
Bidang Organisasi diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan menjalin hubungan kemitraan.
Bidang Pendidikan akan menyelenggarakan berbagai pelatihan bonsai, mulai dari teknik dasar, pemupukan, hingga perawatan.
Sementara itu, Bidang Litbang fokus melakukan penelitian dan pengembangan bahan bonsai lokal yang ada di Belitung.
Bidang Pameran, merencanakan pelaksanaan pameran bonsai secara detail, baik tingkat lokal, daerah, nasional, hingga internasional, dengan agenda pameran nasional di Belitung pada tahun 2027.
Bidang Usaha dan Dana menitikberatkan pada penguatan iuran anggota serta pendirian koperasi.
Selain itu, Bidang Humas dan Dokumentasi akan melakukan sosialisasi dan publikasi kegiatan PPBI melalui media sosial dan media cetak.
Terakhir, Bidang Sensisi menerapkan standar operasional prosedur serta melaksanakan sosialisasi pembinaan bonsai secara berkelanjutan.*















