Home / Uncategorized / Pulau Belitung Sempat Jadi Jajahan Inggris
FOTO: Pinterest.com/ Istimewa

Pulau Belitung Sempat Jadi Jajahan Inggris

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Pulau Belitung sempat menjadi jajahan Inggris. Hal itu terungkap dalam buku sejarah perjuangan rakyat Belitung tahun 1924-1950.

Dalam buku tersebut, pada tanggal 20 Mei 1812, Pulau Belitung resmi menjadi jajahan inggris. Residen Inggris di Bangka, Mayor Gourt mengangkat raja Akil sebagai penguasa Belitung dengan maksud untuk memutuskan hubungan antara K.A Mohamad Hatam (Raja Balok ke 7) dengan Raden Keling yang bertempat tinggal di Toboali Bangka yang karena sesuatu sebab tidak disukai Inggris.

Tahun 1813, Raja Akil yang waktu itu belum pernah datang ke Belitung datang ke Cerucuk. Ia menjalankan siasat liciknya dengan menjalin persahabatan dengan saudara sepupu dan ipar K.A. Mohamad Hatam.

Suatu malam yang telah ditentukan, Raja Akil mengadakan penyerbuan dan berhasil membunuh K.A Mohamad Hatam dan melukai anaknya K.A. Rahad beserta saudara-saudaranya melarikan diri dan membuat tempat kediaman di daerah Sungai Mending (Kembiri).

Setelah K.A. Mohamad Hatam meninggal, pemerintahan dipegang oleh K.A. Rahad yang bergelar Depati Cakraningrat VIII.
Dalam perjalanan, inggris tak lama menjajah Belitung. Berdasarkan traktat london 13 Agustus 1814, inggris mengembalikan sebagian besar koloninya kepada Belanda.

Maka berlanjut terjadinya persetujuan tentang penyerahan pulau Belitung dengan surat keputusan komisaris jenderal tanggal 17 April 1817, yang diputuskan bahwa atas nama Baginda Ratu Belanda, Kerajaan Belanda menjalankan pemerintahnnya di Belitung.*Buku Sejarah Perjuangan Rakyat Belitung 1924-1950