TANJUNGPANDAN – Pagi hari di kawasan Pantai Tanjungpendam, Tanjungpandan, pada Minggu 12 April 2026, seolah menjadi pembuka sempurna bagi kebersamaan keluarga besar Senam Tera Indonesia (STI) Belitung. Usai menggerakkan tubuh dalam senam bersama, langkah mereka berlanjut menuju Desa Buluh Tumbang—membawa semangat yang sama: merawat silaturahmi di bulan Syawal.
Di kediaman Ibu Rosmala Dewi, anggota Senam Tera Indonesia Kabupaten Belitung, suasana hangat langsung terasa. Tawa ringan, sapaan akrab, dan jabat tangan penuh makna menjadi pemandangan yang menyambut setiap anggota yang hadir. Halal bihalal kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk kembali mendekatkan hati.
Puluhan anggota STI tampak larut dalam suasana kekeluargaan. Tanpa sekat, mereka berbincang santai, saling bermaafan, dan berbagi cerita selepas Ramadan.
Acara dibuka oleh Ketua STI Belitung, Farimah Fadlie, yang mengajak seluruh anggota untuk menjaga kebersamaan yang telah terjalin. Doa bersama kemudian dipanjatkan, mengalirkan harapan agar kebersamaan ini terus terjaga.
Tuan rumah, Herman dan Ibu Rosmala Dewi, menyambut hangat para tamu yang hadir. Dengan penuh ketulusan, Rosmala mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, kita tetap kompak, dan selalu diberikan kesehatan,” ujarnya, sederhana namun penuh makna.
Hal senada juga disampaikan Farimah, Kerua STI Belitung. Baginya, halal bihalal bukan hanya tradisi, tetapi juga perekat yang menjaga kekuatan sebuah komunitas.
“Kebersamaan seperti ini yang membuat STI tetap solid. Silaturahmi harus terus kita jaga,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua STI Bangka Belitung, Darmansyah Husein, atas perhatian dan dukungannya kepada para anggota. Bahkan, ajakan pun kembali digaungkan Bapak Darmansyah Husein agar masyarakat ikut bergabung dalam STI sebagai langkah sederhana menjaga kebugaran dan kesehatan.
Di sudut lain, hidangan khas rumahan tersaji: gudeg, sambal terasi, ikan asin, lalapan, hingga kue-kue Lebaran yang masih tersisa. Sederhana, namun terasa istimewa karena dinikmati bersama. Setiap suapan seolah menambah hangat suasana.
Lebih dari sekadar pertemuan, halal bihalal ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah energi utama. Di tengah kesibukan masing-masing, momen seperti inilah yang menguatkan kembali rasa persaudaraan.
STI Belitung pun membuktikan, bahwa menjaga kebugaran tidak hanya tentang gerak tubuh, tetapi juga tentang menjaga hubungan—tetap erat, tetap hangat, seperti Syawal yang belum usai.*












