TANJUNGPANDAN – Anggota DPRD Belitung, periode 2014-2019, Saryadi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung tidak boleh berhenti hanya pada tahap sosialisasi, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan.
Hal ini disampaikan Saryadi menanggapi kegiatan sosialisasi strategi pengelolaan penyu yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung pada Selasa (07/04/2026) lalu. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya kolaborasi lintas sektor dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari UNESCO guna menjaga status UNESCO Global Geopark Belitung.
Menurut Saryadi, menjaga status geopark tidak cukup hanya dengan perencanaan dan sosialisasi formal, tetapi membutuhkan implementasi yang konkret dan berkelanjutan. Ia menilai, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat di tingkat bawah.
“Sosialisasi memang penting, tetapi harus dibarengi dengan aksi nyata. Jangan sampai hanya berhenti di ruang pertemuan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perluasan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa, khususnya di wilayah yang memiliki geosite. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami secara langsung manfaat serta tanggung jawab dalam menjaga kawasan geopark.
“Bila perlu, sosialisasi dilakukan langsung di lokasi geosite di tingkat desa, agar pemahaman masyarakat lebih maksimal dan berdampak nyata,” tambahnya.
Saryadi berharap, dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan partisipatif, status geopark Belitung tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.*
















