Home / Bangka Belitung / Agar Tidak Menghilang Desa Pulau Gersik Akibat Abrasi, Segeralah Dibangun Pemecah Gelombang
IMG_20230123_131221
Kades Pulau Gersik Mahram

Agar Tidak Menghilang Desa Pulau Gersik Akibat Abrasi, Segeralah Dibangun Pemecah Gelombang

Bagikan :

SELATNASIK: Pemdes (Pemerintah Desa) Pulau Gersik, kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, berharap perlunya dibangun pemecah gelombang sepanjang dengan deameter 2.500 meter atau 2, 5 kilometer di kawasan pesisir pemukiman penduduk di Desa Pulau Gersik.

IMG_20230123_124813

 

Hal ini sangat penting agar tidak terkikis dengan air laut akibat gelombang tinggi laut sehingga dapat menahan kawasan rumah-rumah warga.

Kades Pulau Gersik Mahram kepada media belum lama ini menyampaikan bahwa selama ini bila terjadi musim barat dengan gelombang yang tinggi tak jarang merembes ke rumah warga. Akibatnya, terjadi kerusakan rumah warga.

Mahram mencontohkan bukan rahasia umumnya setiap tahunnya sering terjadi air laut menerobos rumah warga sehingga merusak rumah-rumah warga di pulau Gersik.

IMG_20230123_123612

“Pihak desa sudah pernah mengusulkan masalah ini lewat musrenbang kecamatan hingga kabupaten Belitung untuk menanggani masalah ini namun belum ada realisasi,” katanya.”

Ia berharap agar pemerintah daerah segera untuk mengupayakan hal tersebut mengingat penting untuk keselamatan warga masyarakat karena ketegantungan hidupnya di laut.

“Sudah 2016 kita minta segera dibangun pemecah gelombang, takutnya lama-lama akan tenggelam pulau Gersik. Bisa diprediksi sekitar 5 tahun ke depan akan hilang,” katanya.

IMG_20230123_124928

Menurutnya, penduduk di Pulau Gersik berkisar sekitar 2014 jiwa dengan 640 KK yang selama ini penyumbang 24 ton ikan dalam bulan sebagai pemasok ikan untuk konsumsi baik dalam daerah maupun luar daerah serta penghasil pembuat kapal yang dikerjakan nelayan Gersik selanjutnya dipasarkan ke luar daerah seperti ke pontianak, kalimantan, pulau seribu, bangka dan lain-lainnya.

“Jadi, sangat wajar bila hal ini menjadi perhatian serius dari pihak-pihak terkait pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” katanya.”