TANJUNGPANDAN – Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, menerima kunjungan Tim Pokja 3 penilai Lomba KETAPANGMAS (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat) Tingkat Kabupaten Belitung Tahun 2026, Rabu (24/6/2026). Penilaian dipusatkan di RT 10/RW 03, Dusun Permai, sebagai bagian dari rangkaian seleksi desa terbaik dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Pokja 3 Kabupaten Belitung, Haryanto, bersama anggota tim Elisnawati, Nunuk Eko Mardiansa, Falina Biliton, dan Diana Astuti. Turut hadir Kepala Desa Air Ketekok Antoni, Ketua TP PKK Kecamatan Tanjungpandan Erna Rosida, SE, Ketua TP PKK Desa Air Ketekok Herawati, S.I.Pust., serta Ketua Pengurus KETAPANGMAS Desa Air Ketekok Susanti Yamarlina, S.S.
Rangkaian penilaian diawali prosesi acara pembukaan, penyambutan tim Tim Pokja 3 Kabupaten, penyerahan profil Desa Air Ketekok kepada Tim Pokja 3. Selanjutnya, Ketua KETAPANGMAS Desa Air Ketekok memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Tim penilai juga melakukan pemeriksaan administrasi serta meninjau langsung lokasi kegiatan dan pemanfaatan pekarangan warga.
Ketua Tim Pokja 3 Kabupaten Belitung, Haryanto, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Desa Air Ketekok dalam mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, program KETAPANGMAS merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
“Terima kasih kepada Pemerintah Desa Air Ketekok dan seluruh masyarakat yang telah menyambut kedatangan tim penilai. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah dan lingkungan sekitar untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” ujar Haryanto.
Ia menjelaskan, tujuan utama program KETAPANGMAS adalah mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah, sekaligus merevitalisasi program Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman). Selain itu, program ini juga mendorong gerakan menanam berbagai komoditas pangan, terutama cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi.
“Pemanfaatan lahan sekecil apa pun sangat penting untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Di wilayah perkotaan maupun pedesaan, konsep pertanian pekarangan dan sistem tanam vertikal dapat menjadi solusi untuk mendukung ketersediaan pangan rumah tangga,” jelasnya.
Haryanto berharap Desa Air Ketekok dapat menjadi contoh dan motivator bagi desa-desa lain di Kabupaten Belitung dalam mengembangkan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Juara Tingkat kecamatan tahun 2025
Adapun penilaian ini karena Desa Air Ketekok sendiri memiliki rekam jejak yang membanggakan dalam program pemberdayaan masyarakat. Sebelumnya, desa ini berhasil meraih Juara I Lomba HATINYA PKK Tingkat Kecamatan Tanjungpandan Tahun 2025, dalam bentuk ketahanan pangan dan Lingkungan Bersih Sehat.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Air Ketekok di bawah kepemimpinan Kepala Desa Air Ketekok Antoni. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga dan lingkungan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah desa hanya menjadi fasilitator, sementara masyarakat menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan ketahanan pangan,” ujar Antoni.
Berbagai inovasi terus dikembangkan Desa Air Ketekok dalam mendukung ketahanan pangan. Di antaranya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong yang memiliki nilai ekonomis, terutama di kawasan permukiman perkotaan. Warga memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam berbagai komoditas seperti cabai, jeruk kunci, serta tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe.
Selain itu, masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan lele sebagai sumber pangan sekaligus peningkatan ekonomi keluarga hingga peternakan ayam kampung petelor. Begitu juga, program pengolahan sampah organik menjadi kompos juga menjadi salah satu unggulan yang mendukung pertanian ramah lingkungan di desa tersebut.












