Harga Ayam Potong di Belitung Jelang Idul Fitri Dinilai Ideal: Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung Sebut Seimbang

Harga ini ideal dan seimbang bagi masyarakat untuk Idul Fitri 1447 Hijriah dan bagi peternak juga masih bisa untung

TANJUNGPANDAN – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, harga ayam potong di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, dinilai berada pada level yang cukup ideal oleh para peternak. Harga yang berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram disebut mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen.

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya, mengatakan bahwa harga tersebut masih memungkinkan peternak memperoleh keuntungan tanpa memberatkan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kebutuhan tinggi saat Lebaran.

“Harga ini ideal dan seimbang bagi masyarakat untuk Idul Fitri 1447 Hijriah dan bagi peternak juga masih bisa untung,” ujarnya di Tanjungpandan, Rabu.

Sebelumnya, telah dilakukan rapat bersama guna membahas stabilitas harga ayam potong menjelang hari besar keagamaan tersebut. Dalam pertemuan itu, Bupati Belitung menginginkan harga ayam potong bersih di tingkat konsumen tidak melebihi Rp40 ribu per kilogram.

Yahya menjelaskan, para peternak dan pedagang tidak memiliki niat untuk mengambil keuntungan berlebih atau memanfaatkan momentum Lebaran. Namun, kenaikan biaya operasional produksi menjadi faktor utama penyesuaian harga.

“Bukan ingin memberatkan masyarakat, tetapi harga pokok produksi memang sudah naik,” jelasnya.

Penentuan harga juga mengacu pada regulasi pemerintah, yakni Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024 yang mengatur harga acuan pembelian dan penjualan komoditas pangan, termasuk daging ayam ras.

Menurut Yahya, dalam mekanisme pasar, peningkatan permintaan secara alami akan berdampak pada kenaikan harga. Hal tersebut dinilai sebagai konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

“Kalau permintaan meningkat, harga juga akan naik. Ini hukum pasar, dan inflasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga keseimbangan agar masyarakat tidak terbebani, sekaligus memastikan peternak tidak mengalami kerugian.

“Jangan sampai masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan harga murah, tetapi peternak justru tidak bisa Lebaran karena merugi. Kami ingin semua pihak tetap seimbang,” pungkasnya.