TANJUNGPANDAN: Berbagai upaya tim gugus percepatan penangganan covid-19 hendaknya bukan hanya rekomendasi penangganan soal kesehatan semata namun sektor lain seperti ekonomi dan sosial tentu juga harus seiring dalam menanggani permasalahan bersama yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua KNPI Belitung Muhammad Hafrian Fajar S.M, untuk menyikapi pasien positif covid-19, yang beberapa hari lalu diumumkan pihak gugus depan covid 19 kabupaten belitung.
Muhammad Hafrian Fajar yang biasa disapa Jarwo, dalam kondisi saat ini diharuskan memiliki nafas panjang (semangat) dalam penanggulangan kasus yang sudah ada dan upaya pencegahan agar jangan sampai kasus positif bertambah karna saat ini fokus akan terpecah menjadi 3 yaitu ekonomi, sosial dan kesehatan.
“Jangan fokus untuk saling menyalahkan satu sama lain karna ini adalah ujian kita bersama. Apalagi dalam situasi lebaran kita mawas diri, dan jangan saling menyalahkan dan menghujat. Sikap yang tepat adalah kita saling mawas diri agar saling menjaga dan tidak saling memanfaatkan situasi mengambil ke untungan di kegaduhan pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.
Dengan situasi seperti saat ini, kata Jarwo, mohon untuk pemerintah bekerja sesuai dengan ketentuannya, dari aspek ekonomi jangan ada tindakan penyelewengan dana dalam bantuan sosial yang di programkan pemerintah melalui APBD serta kebijakan paket ekonomi harus tepat dan menguntungkan masyarakat.
“Pemerintah daerah harus tahu apa yang dibutuhkan masyarakatnya yang ada di desa maupun di kota,” kata Jarwo.
Sementara untuk aspek sosial lanjut Jarwo, pemerintah harus menjaga mentalitas masyarakat membuat masyarakat optimis akan pemulihan situasi dari kondisi pandemi saat ini, dengan bekerjasama bersama antara masyarakat dan pemerintah.
Jarwo ungkap pemberian informasi dari pemerintah harus valid serta terstruktur sesuai protokoler pemerintahan sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan kegaduhan di masyarakat.”Jika menumbulkan kepanikan berlebih akan berdampak tidak baik dalam tatanan kemasyarakatan,” ungkapnya.
Sedangkan untuk aspek kesehatan, tambah Jarwo, yang berwenang dinas kesehatan dan RSUD mohon untuk tetap semangat dan kompak antara 2 lembaga tersebut jangan sampai tidak satu nafas, lalu sampaikan informasi melalui satu pintu.
Begitu soal ketersediaan peralatan penunjang kinerja kesehatan lanjut Jarwo, jangan sampai menjadi kendala dalam menghadapi situasi sekarang ini dan janganlah sampai situasi tidak terkendali karna alasan peralatan medis, pihak medis sebagai garda terdepan dan harus di fasilitasi secara baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa APBD yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi situasi ini mohon dipergunakan dengan baik untuk melayani masyarakat agar masyarakat terbangun pola pikir bahwa harus bekerjasama dengan pemerintah bukan terbangun pola yang terus menerus menyudutkan pemerintah dan menyalahkan pemerintah.
“Dan permasalahan sosial jangan di korupsi dan di politisasi sehingga kepercayaan masyarakat terjaga kepada lembaga” tertinggi di daerah ini,” katanya.
Menyangkut cegah penyebaran covid-19, Jarwo harap masyarakat ikuti intruksi pemerintah dengan menjalankan protokoler kesehatan dan mengikuti himbauan-himbauan yang di sampaikan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun perintah daerah.
“Kami akan mengkampanyekan apa yang di himbau pemerintah kepada berbagai lapisan elmen masyarakat demi kebaikan bersama untuk belitung menjadi daerah yang kembali seperti biasanya, jangan lupa selalu jaga shalat lima waktu dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT,” katanya. *













