Breaking News
Trending Tags
Beranda » Sejarah » HM Judono, Wakil Kepala Daerah dan Namanya Diabadikan RSUD Belitung

HM Judono, Wakil Kepala Daerah dan Namanya Diabadikan RSUD Belitung

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGPANDAN: Bagi yang ingin melihat sosok HM Marsidi Judono inilah sosok HM Marsidi Judono, yang kini namanya diabadikan menjadi Rumah Sakit Umum HM Marsidi Judono di Belitung.

Nama H Marsidi Judono tetap menjadi ingatan sejarah tak dilupakan bagi urang Belitong. Pada awal Kemerdekaan, Judono pernah menjabat Wakil Kepala Daerah Belitung, sambil merangkap Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Jasa-jasa dalam memperjuangkan kemerdekaanya tak diragukan lagi. Banyak perjuangan yang telah dilakukan untuk demi bangsa dan negara. Baik ketika bertugas di Belitung maupun di tanah jawa.

Dibidang kesehatan, Marsidi salah satu pendiri PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tahun 1957.

Dan PKBI inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang ada sekarang. Untuk jasa- jasanya di bidang KB, Oktober 1982, ia menerima Certificate of Merit for Outstanding Contribution to Reproductive Health Care dari World Academy of Sciences.

Tentang Marsidi

Tentu saja, Prof. Dr (Emeritus) H.Marsidi P.S. Judono begitu nama lengkapnya. Marsidi Judono adalah Anak kedua dari 10 bersaudara. Ayahnya, seorang asisten wedana di masa sebelum Perang. Jabatan ayahnya itu memberinya peluang masuk sekolah khusus untuk anak Eropa (ELS) di Ponorogo.

Marsidi menempuh pendidikan menengah dan tinggi ditempuhnya di Jakarta,sampai meraih predikat Arts (dokter), 1936. Baru 1951, bekas anggota Jong Java dan Indonesia Muda ini mengambil keahlian di bidang kebidanan dan penyakit kandungan pada Universitas Amsterdam, Negeri Belanda. Soal KB didalaminya pada lembaga riset KB Margaret Sanger, New York, AS, 1956. Sebagai dokter pertama kali bertugas di Tambang Timah Bangka. Pada awal Kemerdekaan, Judono pernah menjabat Wakil Kepala Daerah Belitung, sambil merangkap Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Dalam perjalanan hidupnya,ia sempat berkarir menjadi Asisten Bagian Kebidanan Geneeskundige Hogeschool di Jakarta (1936-1937, Dokter Umum Bangka Tin Winning 1937-1942, Dokter Umum Mitsubishi di Belitung 1942-1945, Dokter di Tanjungpandan 1945-1948, Asisten Gemeentelijke Universiteit Amsterdam 1948-1951, Universiteit Amsterdam 1948-1951, Dokter Ahli GMB Billiton 1951-1952. Lantas, Mantan kepala pemerintahan nasional RI di Belitung 1945 ini meninggalkan Pulau Belitung tahun 1952.

Kembali ke Jakarta, ia menempati posisi Lektor Kepala FK UI, 1952-1958, dan Guru Besar UGM 1958-1968, Yogyakarta. Lalu sempat, Deputi kepala BKKBN 1969-1977, Staf Ahli Menteri Kesehatan 1968-1969. Dan sejak 1977 Judono diangkat sebagai penasihat ahli Kepala BKKBN Pusat, setelah tujuh tahun menduduki jabatan Deputi Ketua.

Kental Nuansa Belitung

Lama meninggalkan Belitung.Tapi Marsidi tak melupakan Belitung. Pada bulan Oktober 1985 untuk pertama kalinya, Marsidi Judono mengunjungi bumi laskar pelangi. Bersama mantan Sekwilda Idris Sadi (1967-1972), Marsidi diundang ke DPRD untuk menghadiri serah terima jabatan Bupati Belitung dari Soemarsono ke Kristyanto.

Mereka berdua membicarakan kemungkinan ditentukannya Hari Kebangkitan Rakyat Belitung seperti yang dituturkannya dalam Surat yang dikirimkan ke Bupati H.Kristyanto di Tanjungpandan.

Bukan hanya itu. Pada saat acara halal bihalal IKMB di Jakarta pada tanggal 9 April 1995 lalu, Marsidi Judono pun hadir pada acara tersebut.

Ketua Panitia IKMB kala itu, Drs Asmawie Asmad MSc kepada trawangnews.com mengungkapkan bahwa Marsidi Judono selalu hadir pada acara-acara kebelitongan.

Asmawie bercerita bahwa Marsidi memang selalu kental dengan nuansa kebelitongan. Pridikat melekat dengan sebutan KIK Dukun (sebutan Marsidi saat bertugas sebagai petugas kesehatan di Belitung) selalu hadir dalam benaknya.

Taklah heran, Marsidi sempat memberikan wejangan. “Jage Kekompakan sesama urang Belitong dan selalu ingat serta jangan lupakan sejarah,” kelakar Asmawi menirukan ucapan Marsidi, ketika memberikan sambutan pada acara halal bihalal IKMB di Jakarta tahun 1995.

Tentu saja, banyak jasa dan sosok pejuang kemerdekaan termasuk pejuang dibidang kesehatan. Itulah sebabnya, nama Rumah Sakit Umum Daerah Belitung diubah namanya menjadi RSUD Marsidi Judono. (Foto: HM Marsidi Judono saat menghadiri acara halal bihalal IKMB Jakarta tahun 1995. Tampak, Asmawie Asmad saat menjadi Ketua Panitia Acara Halal Bihalal IKMB ).*Trawangnews.com

  • person
  • visibility 37
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Koramil 414-03/Gantung Ikuti Jumat Bersih dengan Muspika dan Warga

    Anggota Koramil 414-03/Gantung Ikuti Jumat Bersih dengan Muspika dan Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle sma
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GANTUNG: Anggota Koramil 414-03/Gantung bersama unsur Muspika dan masyarakat setempat melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di sepanjang jalan protokol wilayah Koramil 414-03/Gantung, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur kecamatan, kepolisian, TNI, dan warga sekitar. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh Camat Gantung, Kapolsek Gantung, anggota […]

  • Alternatif Pertanian Belitong Selama Pandemi, Ayo Berkebun Tanam Porang

    Alternatif Pertanian Belitong Selama Pandemi, Ayo Berkebun Tanam Porang

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle sma
    • visibility 60
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Menjanjikan, itulah tanam Porang yang kini lagi booming dan dikembangkan para petani di Bangka Belitung. Ketua Komunitas Petani Porang (KARANG) Belitong, Yan Sintani sebut tanam porang kini lagi sedang dikembangkan di sejumlah daerah, termasuk di Belitung. Menurut Yan, hasil panen dari tanaman porang yaitu umbi porang yang sudah di proses menjadi chips yang kering […]

  • 1702 Pekerja Akan Diverifikasi Untuk Dapat Bantuan Terdampak Covid-19

    1702 Pekerja Akan Diverifikasi Untuk Dapat Bantuan Terdampak Covid-19

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle sma
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: (Rabu/29-04-2020), Dinas KUKMPTK (Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan Dan Tenaga Kerja) Kabupaten Belitung, melalui bidang tenaga kerja telah mendata 77 perusahaan dengan rincian 1615 pekerja yang dirumahkan dan 87 yang terkena PHK akibat covid-19. Mereka yang lolos verifikasinya sesuai dengan aturan, nantinya akan diberikan bantuan dalam bentuk sembako selama empat bulan. Hal itu disampaikan […]

  • HUT KE-22 BELITUNG TIMUR: Senator Darmansyah Husein Serukan Sinergi Demi Kemajuan Pulau Belitong

    HUT KE-22 BELITUNG TIMUR: Senator Darmansyah Husein Serukan Sinergi Demi Kemajuan Pulau Belitong

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle sma
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MANGGAR: Kabupaten Belitung Timur memasuki usianya yang ke-22 pada Senin, 27 Januari 2025, dengan serangkaian acara yang penuh semangat kebersamaan. Puncak perayaan ini diawali dengan sidang paripurna istimewa di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Belitung Timur, yang dihadiri oleh para pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan undangan penting lainnya. Senator Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein ketika […]

  • Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional BKM Diadakan di Jakarta

    Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional BKM Diadakan di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle sma
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA: Kegiatan Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di Merlyn Park Hotel Jakarta, mulai tanggal 17 hingga 19 Juli 2024. Acara ini dihadiri oleh 400 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, Drs H Masdar Nawawi.M.M. Sarasehan ini bertujuan untuk membahas regulasi dan pengelolaan masjid agar lebih profesional, moderat, dan […]

  • KEMATIAN² YANG DIBUNUH

    KEMATIAN² YANG DIBUNUH

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle sma
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Teringat saat kuliah, seorang dosen ditahun 90-an pernah berucap dengan bacaan Samuel P Huntington (futurolog) dan peramal.masa depan politik dunia—dia bilang, bahwa negara demokrasi dibangun oleh empat pilar (1) Parlementary (2) Media (3) NGO dan (4) civil society atau kelas menengah. Dibanyak negara, civil society memiliki pengaruh cukup besar untuk membangun diskursus politik—termasuk pembangkangan dan […]

expand_less