Home / Sejarah / HM Judono, Wakil Kepala Daerah dan Namanya Diabadikan RSUD Belitung

HM Judono, Wakil Kepala Daerah dan Namanya Diabadikan RSUD Belitung

Bagikan :
  • 246
    Shares

TANJUNGPANDAN: Bagi yang ingin melihat sosok HM Marsidi Judono inilah sosok HM Marsidi Judono, yang kini namanya diabadikan menjadi Rumah Sakit Umum HM Marsidi Judono di Belitung.

Nama H Marsidi Judono tetap menjadi ingatan sejarah tak dilupakan bagi urang Belitong. Pada awal Kemerdekaan, Judono pernah menjabat Wakil Kepala Daerah Belitung, sambil merangkap Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Jasa-jasa dalam memperjuangkan kemerdekaanya tak diragukan lagi. Banyak perjuangan yang telah dilakukan untuk demi bangsa dan negara. Baik ketika bertugas di Belitung maupun di tanah jawa.

Dibidang kesehatan, Marsidi salah satu pendiri PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tahun 1957.

Dan PKBI inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang ada sekarang. Untuk jasa- jasanya di bidang KB, Oktober 1982, ia menerima Certificate of Merit for Outstanding Contribution to Reproductive Health Care dari World Academy of Sciences.

Tentang Marsidi

Tentu saja, Prof. Dr (Emeritus) H.Marsidi P.S. Judono begitu nama lengkapnya. Marsidi Judono adalah Anak kedua dari 10 bersaudara. Ayahnya, seorang asisten wedana di masa sebelum Perang. Jabatan ayahnya itu memberinya peluang masuk sekolah khusus untuk anak Eropa (ELS) di Ponorogo.

Marsidi menempuh pendidikan menengah dan tinggi ditempuhnya di Jakarta,sampai meraih predikat Arts (dokter), 1936. Baru 1951, bekas anggota Jong Java dan Indonesia Muda ini mengambil keahlian di bidang kebidanan dan penyakit kandungan pada Universitas Amsterdam, Negeri Belanda. Soal KB didalaminya pada lembaga riset KB Margaret Sanger, New York, AS, 1956. Sebagai dokter pertama kali bertugas di Tambang Timah Bangka. Pada awal Kemerdekaan, Judono pernah menjabat Wakil Kepala Daerah Belitung, sambil merangkap Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Baca Juga :  Di Kaki Gunung Parang Bulu,Masjid Pertama Berdiri di Belitung

Dalam perjalanan hidupnya,ia sempat berkarir menjadi Asisten Bagian Kebidanan Geneeskundige Hogeschool di Jakarta (1936-1937, Dokter Umum Bangka Tin Winning 1937-1942, Dokter Umum Mitsubishi di Belitung 1942-1945, Dokter di Tanjungpandan 1945-1948, Asisten Gemeentelijke Universiteit Amsterdam 1948-1951, Universiteit Amsterdam 1948-1951, Dokter Ahli GMB Billiton 1951-1952. Lantas, Mantan kepala pemerintahan nasional RI di Belitung 1945 ini meninggalkan Pulau Belitung tahun 1952.

Kembali ke Jakarta, ia menempati posisi Lektor Kepala FK UI, 1952-1958, dan Guru Besar UGM 1958-1968, Yogyakarta. Lalu sempat, Deputi kepala BKKBN 1969-1977, Staf Ahli Menteri Kesehatan 1968-1969. Dan sejak 1977 Judono diangkat sebagai penasihat ahli Kepala BKKBN Pusat, setelah tujuh tahun menduduki jabatan Deputi Ketua.

Kental Nuansa Belitung

Lama meninggalkan Belitung.Tapi Marsidi tak melupakan Belitung. Pada bulan Oktober 1985 untuk pertama kalinya, Marsidi Judono mengunjungi bumi laskar pelangi. Bersama mantan Sekwilda Idris Sadi (1967-1972), Marsidi diundang ke DPRD untuk menghadiri serah terima jabatan Bupati Belitung dari Soemarsono ke Kristyanto.

Mereka berdua membicarakan kemungkinan ditentukannya Hari Kebangkitan Rakyat Belitung seperti yang dituturkannya dalam Surat yang dikirimkan ke Bupati H.Kristyanto di Tanjungpandan.

Bukan hanya itu. Pada saat acara halal bihalal IKMB di Jakarta pada tanggal 9 April 1995 lalu, Marsidi Judono pun hadir pada acara tersebut.

Ketua Panitia IKMB kala itu, Drs Asmawie Asmad MSc kepada trawangnews.com mengungkapkan bahwa Marsidi Judono selalu hadir pada acara-acara kebelitongan.

Asmawie bercerita bahwa Marsidi memang selalu kental dengan nuansa kebelitongan. Pridikat melekat dengan sebutan KIK Dukun (sebutan Marsidi saat bertugas sebagai petugas kesehatan di Belitung) selalu hadir dalam benaknya.

Taklah heran, Marsidi sempat memberikan wejangan. “Jage Kekompakan sesama urang Belitong dan selalu ingat serta jangan lupakan sejarah,” kelakar Asmawi menirukan ucapan Marsidi, ketika memberikan sambutan pada acara halal bihalal IKMB di Jakarta tahun 1995.

Baca Juga :  Belitung Sempat Dijajah Inggris

Tentu saja, banyak jasa dan sosok pejuang kemerdekaan termasuk pejuang dibidang kesehatan. Itulah sebabnya, nama Rumah Sakit Umum Daerah Belitung diubah namanya menjadi RSUD Marsidi Judono. (Foto: HM Marsidi Judono saat menghadiri acara halal bihalal IKMB Jakarta tahun 1995. Tampak, Asmawie Asmad saat menjadi Ketua Panitia Acara Halal Bihalal IKMB ).*Trawangnews.com